Modern Kembali, Daya Jual Baju Etnik Meningkat

Dalam pengertian luas, etnik berarti khas kebudayaan daerah. Usaha melestarikan warisan budaya Indonesia tidak hanya dalam batik saja, kini dalam sentuhan etnik. Awalnya, etnik ini populer di tahun 60-an kemudian booming kembali di era modern ini. Motif etnik menjadi andalan para designer akhir- akhir ini karena menurut mereka unik. Harga jual baju etnik ini memiliki tingkatan murah sampai mahal.

Kepopuleran etnik ini ternyata didukung kuat oleh pemerintah karena mampu mengusung pengenalan budaya di seluruh Indonesia. Dukungan pemerintah ini membuat melek para pengrajin agar lebih produktif. Tentu saja peluang ini dimanfaatkan banyak pihak untuk jual baju etnik dan meningkatkan pendapatan lokal. Tanpa adanya kesinambungan antara pemerintah, desainer, dan pengrajin tidak mungkin tercipta motif etnik.

Jenis Baju Etnik Indonesia, antara lain:

  1. Ulos

Jenis etnik ini berasal dari daerah Batak. Sudah menjadi tradisi turun temurun, masyarakat batak menjual dan jual baju etnik tenun ulos di daerahnya. Warna yang dijual dominan merah, hitam, dan putih.

  1. Gringsing

Etnik gringsing ini adalah motif etnik yang pembuatannya sangat lama dan memiliki kualitas sangat baik. Mengapa dikatakan begitu? Karena memproduksi etnik gringsing ini memerlukan waktu dua sampai lima tahun dengan teknik double ikat. Etnik gringsing ini memiliki makna penolak balak dan sering digunakan upacara adat kikir gigi di Bali. Upacara kikir gigi ini dilakukan pada remaja yang sudah baligh.

  1. Sumba

Etnik sumba berasal dari Nusa Tenggara. Motif ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

  1. Lurik

Etnik lurik ini terkenal di tanah Jawa. Etnik ini sering dijual sebagai oleh oleh, alah satunya baju. Daerah jual baju etnik lurik berada di daerah Yogyakarta, Solo, dan Tuban. Etnik ini dipercaya sudah ada sejak zaman pra sejarah dengan pembuktian dipakainya motif lurik pada arca- arca candi.

  1. Toraja

Seringkali kita mendengar etnik toraja. Tentunya etnik toraja ini menjadi salah satu produk yang paling sering digunakan para designer untuk membuat baju etnik. Pada zaman dahulu, etnik toraja hanya dipakai para bangsawan dan konglomerat. Jika masyarakat biasa ingin memiliki etnik toraja, mereka harus menukarkan dengan satu ekor hewan ternak. Etnik toraja memiliki simbol kemakmuran dan kejayaan dan sering digunakan acara- acara adat masyarakat Toraja.

  1. Songket

Etnik songket digunakan menggunakan alat tenun. Meskipun menggunakan alat tenun, pembuatan etnik songket memerlukan teknik tambahan yaitu cukit. Teknik ini sangat berpengaruh pada tekstur songket. Benang yang dipakai tidak sama dengan tenun lainnya. Etnik songket memakai benang emas atau perak di permukaan kainnya.

  1. Nusa Tenggara Timur

Sesuai dengan namanya, motif etnik ini berasal dari Nusa Tenggara Timur dan digunakan kebutuhan sehari- hari misalnya baju dan cover bed. Etnik NTT bercorak alam dan hewan ternak.

Diatas merupakan sebagian dari jenis motif etnik Indonesia. Dengan kemudahan teknologi, Anda tak perlu jauh- jauh datang untuk mendapat baju etnik nusantara, karena banyak yang jual baju etnik online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *